Minggu, 15 Maret 2020

Biostatistika dan Metpen Teori Kefarmasian

Nama : Nuri Mufidatul Ulya
NIM : 1802050232
Kelas: 4B Farmasi

Teori yang berlaku sampai saat ini

“BERAS KENCUR UNTUK MENAMBAH STAMINA TUBUH”


Beras kencur adalah minuman tradisional yang terbuat dari beras yang sudah dibersihkan dan dihaluskan, kemudian di tambahkan dengan kencur, untuk menambahkan rasa manis dan agak asam pada beras kencur di tambahkan gula jawa atau gula merah dan sedikim asam jawa. Beras kencur ini memiliki kandungan vitamin B, minyak atsiri, alkaloid. Minuman beras kencur ini memiliki banyak manfaat bagi manusia. Dan teori yang masih di percayai oleh masyarakat menegenai jamu beras kencur adalah dapat menambah nafsu makan
Khasiat beras kencur yang sering diperbincangkan adalah dapat menambah nafsu makan. Jamu ini merupakan campuran dari kencur, beras, gula merah, dan asam jawa. Konsumsi beras kencur tidak ada batasan usia dan dapat di konsumsi oleh berbagai rentan usia, sehingga aman dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa. Fungsinya untuk menambah nafsu makan dan biasanya ditujukan untuk anak-anak. Sedangkan pada orang dewasa beras kencur bisa menjadi penambah stamina tubuh agar tidak mudah lelah dan lesu.
Alasan teori ini masih dipercaya oleh masyarakat didukung dengan penelitian Herbi,2015, dan direktorat gizi depkes RI, 1981. yang menyatakan bahwa rimpang kencur mempunyai beberapa kandungan senyawa yang banyak dimanfaatkan pada pengobatan metode herbal. Senyawa yang terdapat pada kencur antara lain pati mineral, alkaloid dan minyak atsiri. Sedangkan beras mempunyai kandungan karbohidrat tinggi yang memiliki peranan penting untuk menambah energy pada tubuh

Daftar Pustaka


Direktorat gizi depkes RI, 1981
Teori yang direvisi.

“ES KRIM JAMU TRADISIONAL BERAS KENCUR”


Jamu merupakan salah satu jenis obat tradisional asli dari Indonesia yang cukup dikenal oleh masyarakat kita. Kebiasaan minum jamu sudah menjadi budaya bangsa Indonesia secara turun temurun dari nenek moyang, sehingga terus tumbuh dan berkembang. Pada zaman dahulu, jamu gendong beras kencur (Oryza sativa L.;Kaempferia galangal L.) dibuat dengan metode sederhana, menggunakan alat-alat yang sederhana dan berupa jamu siap minum. Sedangkan pada zaman sekarang, jamu gendong beras kencur dibuat dengan metode yang lebih modern dan tentunya menggunakan alat-alat yang lebih canggih sesuai dengan perkembangan jaman saat ini.
Untuk memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang ini, salah satu mahasiswa Akademi Keperawatan Pemkab Ngawi membuat Es Krim jamu tradisional Beras Kencur. Ia membuat sediaan tersebut karena ia merasa jamu tradisinal jaman dahulu kurang menarik jika dibandaingkan dengan perkembangan sediaan minuman yang lainnya sehingga minat masyarakat terutama anak kecil terhadap jamu semakin rendah. dan berdampak pada budaya minum jamu lambat laun akan menghilang.
Pada percobaaan pembuatan Es Krim Jamu Tradisional Beras Kencur ini terbukti bahwa masyarakat lebih menyukai bentuk sediaan Es Krim daripada jamu siap minum. Dengan berkembangnya teknologi maka harus ada inovasi-inovasi baru agar jamu tidak tergerus oleh perkembangan jaman.

Daftar Pustaka
Hidayah. Nurul. 2018. Kajian Formulasi, Karakteristik Fitokimia dan Sensori Es Krim Jamu Tradisional Beras Kencur. Akademi Keperawatan Pemkab Ngawi.


Teori Baru

"PENGARUH PEMAKAIAN MASKER MENTIMUN TERHADAP
PERAWATAN KULIT WAJAH BERJERAWAT"


Kulit adalah lapisan paling luar yang membungkus seluruh tubuh dan melindungi alat-alat tubuh bagian dalam.Kulit berfungsi sebagai pelindung,absorpsi, ekskresi, pengatur suhu tubuh (termoregulasi), pembentuk Vitamin D,peraba dan juga sebagai penunjang penampilan. Salah satu masalah pada kulit wajah yang banyak dialami terutama oleh remaja dan dewasa usia 17-25 tahun adalah jerawat.
Jerawat terdiri atas 2 tipe yaitu jerawat tipe non-inflammatory dan tipe inflammatory, jerawat tipe inflammatory memiliki beberapa jenis diantaranya papula, pustula, nodul, abses, dan milia.Papula memiliki karakteristik gundukan merah, sedikit meradang, namun tidak memiliki puncak karena belum penuh dengan nanah.Perawatan kulit wajah berjerawat dapat diatasi dengan cara melakukan perawatan secara modren dan tradisional dengan cara memakai obat jerawatuntuk perawatan secara modren sedangkan untuk perawatan secara tradisional menggunakan bahan bahan tradisional seperti mentimun dengan melakukan perawatan wajah berjerawat secara tepat dan teratur.
Menurut Utami (2011:3) mentimun adalah bahan penyegar yang dingin, obat pembersih sekaligus pelembab dan untuk perawatan kulit berjerawat.Irisan mentimun maupun sari mentimun dapat dijadikan masker atau ditempelkan pada wajah secara rutin untuk menghambat hadirnya jerawat, keriput, membuat kulit makin lembut. Santoso (2005:2) juga mengungkapkan bahwa:Mentimun merupakan buah yang rendah kalori, kaya akan airdan merupakan sumber vitamin C dengan kandungan yang cukup tinggi, juga mengandung flavonoid. Diketahui bahwa vitamin C dan flavonoid mempunyai efek sebagai antioksidan dengan memutus reaksi radikal bebas yang sangat reaktif yang cenderung membentuk radikal baru.Disamping itu, mentimun juga memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk perawatan kulit berjerawat.
Alasan:
wajah merupakan bagian tubuh yg dilihat pertama kali oleh org lain, sering kali banyak orang yg tidak percaya diri karena beberapa masalah yg terjadi pada wajah salah satunya yaitu wajah yang berjerawat. selain itu banyak orang tidak mau ribet untuk melakukan perawatan keluar rumah karena beberapa kendala tertentu.
masker mentimun yang digunakan terhadap perawatan kulit yang berjerawat ini merupakan masker yang dibuat dari bahan alami dengan berbagai kandungan yaitu flavonoid, vitamin K, serat, potasium, dan masih banyak lagi. Dengan bentuk sediaan masker ini orang orang tidak perlu susah atau ribet untuk melakukan perawatan pada kulit yang berjerawat.
Berdasarkan uraian data diatas diartikan bahwa penggunaan masker mentimun untuk perawatan kulit wajah berjerawat dengan penggunaan satu kali dalam seminggu dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap perawatan kulit wajah berjerawat pada indikator warna, diameterdan jumlah jerawat.jerawat dikulit wajah secara keseluruhan menuju keberhasilan yang maksimal meskipun belum menunjukan hasil seperti pada frekuensi pemakaian dua kali dalam seminggu.


Daftar Pustaka :

Utami, Sylvia Kusumaputri.2011. Sehat dan Segar dengan Mentimun (Curcumis sativus L). Artikel penelitian.
Lindawati Ayu. 2017 Pengaruh Pemakaian Masker Mentimun terhadap Perawatan Kulit Wajah Berjerawat. Padang. Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negri Padang.
Santoso, Kuncoro Puguh. Dkk. 2005. Pengaruh Ketimun (Cucumis Sativus) Sebagai Antioksidan terhadap Perlindungan Kerusakan Membran Sel Akibat Pemberian Asap Rokok Jurnal (Online). Jurnal Penelitian Medika Eksakta.



Biostatistika dan Metpen Teori Kefarmasian

Nama : Nuri Mufidatul Ulya NIM : 1802050232 Kelas: 4B Farmasi Teori yang berlaku sampai saat ini “BERAS KENCUR UNTUK MENAMBAH STAMI...